man wearing brown fitted cap during daytime

Kwartir Nasional Pramuka Menyayangkan Polemik Peraturan Mendikbudristek

Pada tanggal 1 April 2024, Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka menyayangkan polemik yang terjadi di media massa terkait peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang “mencabut” kegiatan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah. Menurut Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, S.I.P., M.A.P., keputusan tersebut sangat disayangkan dan Kwarnas Pramuka meminta Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk meninjau kembali kebijakan tersebut.

Sejarah dan Keberadaan Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka memiliki sejarah yang panjang dan merupakan keputusan negara dan pemerintahan. Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, telah menerbitkan peraturan yang menyebutkan pramuka tidak lagi menjadi ekstrakurikuler wajib. Namun, Bachtiar mengungkapkan bahwa sejak dulu banyak regulasi yang mendukung gerakan pramuka, seperti Keputusan Presiden No.238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka dan Undang-Undang No.12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Peran Gerakan Pramuka dalam Pendidikan Nasional

Bachtiar menegaskan bahwa gerakan pramuka sangat sejalan dengan upaya Kemendikbudristek dan berbagai kementerian serta lembaga negara lainnya. Gerakan pramuka membantu dalam pembangunan karakter bangsa dan menciptakan manusia Indonesia yang bermartabat, cerdas, dan bertaqwa. Selain itu, keberadaan gerakan pramuka juga terlihat melalui satuan karya pramuka di berbagai kementerian dan lembaga negara.

Lebih lanjut, Bachtiar menjelaskan bahwa keberadaan pramuka tidak lepas dari paradigma pendidikan yang mencakup pendidikan formal, informal (keluarga), dan nonformal. Pramuka dapat menjadi motor gerakan pendidikan dan mendapat dukungan penuh dari program kurikulum merdeka Kemendikbudristek.

Pramuka sebagai Tempat Pembentukan Karakter

Bachtiar menekankan bahwa dalam melihat pendidikan di masa depan, terutama bagi generasi Z, tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan online. Proses pendidikan membutuhkan interaksi langsung dan pembentukan karakter melalui contoh sikap disiplin, semangat pantang menyerah, kejujuran, rela berkorban, dan kepedulian. Pramuka menjadi tempat yang tepat untuk membentuk hal-hal tersebut.

Namun, Bachtiar juga menyatakan bahwa gerakan pramuka selalu terbuka untuk perbaikan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pramuka ingin menjadi lebih baik dan maju untuk membantu program pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Referensi: https://pramuka.or.id/siaran-pers-kwarnas-sayangkan-dan-minta-tinjau-kembali-keputusan-kemendikbudristek/

please leave a comment