Sifat Gerakan Pramuka


artinya  dapat  didirikan  di  seluruh  wilayah Indonesia dan diikuti oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

Gerakan Pramuka bersifat universal,

artinya tidak terlepas dari idealisme, prinsip dasar, dan metode kepramukaan sedunia.

Gerakan Pramuka bersifat mandiri,

artinya penyelenggaraan organisasi dilakukan secara otonom dan bertanggungjawab.

Gerakan Pramuka bersifat sukarela,

artinya tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan keharusan untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka bersifat patuh dan taat terhadap semua peraturan perundang- undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gerakan Pramuka bersifat nonpolitik,

artinya:

  1. Gerakan Pramuka bukan organisasi sosial-politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi sosial-politik;
  2. Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan politik praktis; dan
  3. secara pribadi  anggota  Gerakan  Pramuka  dapat  menjadi  anggota  organisasi kekuatan sosial-politik dengan ketentuan;
    1. tidak dibenarkan membawa paham dan aktifitas organisasi kekuatan sosial- politik dalam bentuk apapun ke dalam Gerakan Pramuka;
    2. tidak dibenarkan memakai atribut pramuka pada kegiatan organisasi kekuatan sosial-politik.

Gerakan Pramuka bersifat religius,

artinya:

  1. Gerakan Pramuka wajib membina dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggotanya;
  2. Gerakan Pramuka   mampu   mengembangkan   kerukunan   hidup   antar   umat beragama; dan
  3. anggota Gerakan Pramuka wajib memeluk agama dan beribadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.

Gerakan Pramuka bersifat persaudaraan,

artinya setiap anggota Gerakan Pramuka wajib mengembangkan semangat persaudaraan antar sesama pramuka dan sesama umat manusia.

8 komentar untuk “Sifat Gerakan Pramuka”

  1. Salam kenal dik NISRINA NUR AZKIA, izinkan memberi jawaban perihal Non Politik dalam Gerakan Pramuka.
    Gerakan Pramuka Non Politik adalah Gerakan Pramuka bukan sebagai Parpol yang bisa ikut dalam kancah Perpolitikan di Indonesia. Misalnya: Gerakan Pramuka Kwarcab Salatiga ikut mencalonkan diri Kak Kwarcabnya dalam Pemilihan Bupati. Keikutsertaannya sebagai delegasi Gerakan Pramuka. Maka secara organisasi, jelas tidak bisa, karena Gerakan Pramuka bukan Parpol.

    Lalu, Gerakan Pramuka Non Politik, juga dapat dikatakan, bahwa Gerakan Pramuka sebagai Organisasi yang tidak bisa dimonopoli oleh satu dan lain dari Partai Politik dalam kampanye Politik Tertentu. Misalnya: UBALOKA yang menjadi bagian UNIT BANTU, tidak serta merta bebas menggunakan atasnama PARPOL, sedangan anggota UBALOKA sedang melaksanakan tugas murni dari Gerakan Pramuka.

    Sedkit, semoga bermanfaat. Salam Pramuka !!!

    1. salah satunya perbedaan usia, pramuka penggalang adalah anggota muda Gerakan Pramuka rentang usia 11-15 tahun. Sementara itu, pramuka penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka dengan rentang usia 16-20 tahun

  2. Pandu Aldian Wiratama

    10 IPS 2 – 27 – Kak mau tanya contoh kegiatan masing masing dari sifat gerakan pramuka tersebut apa aja ya?

please leave a comment